Garindra kini menjadi partai besar (hasil pilleg), partai ini juga
dipandang sebagai partai bersih karena belum memegang pemerintahan,
pengurus dan tokoh-tokohnya tidak ada yang kesandung KPK, begitu juga
Prabowo hampir 46 % dipilih rakyat yang berarti seorang tokoh yag
dihormati dan pilihan hampir separuh orang desawa Indonesia. Ia tokoh
nasional yang polulair di dalam dan di luar negeri. Beroposisi dengan
partainya yang bersih dan berkembang ini sungguh lebih terhormat. Namun
teman koalisinya justru menjerumuskan, kerja pemenangan pilpresnya tak
kreatif dan tidak inovatif, mesin partai yang mendapat simati rakyat di
pilleg menjadi terhambat. Teman yang tidak menguntungkan. Sebagai contoh
juga diperlihatkan ketua timsesnya, Mahmud MD, seakan lari dari
tanggung jawab, sebuah sifat yang kurang bagus apabila kita semula
menjadi timses sebelum dibubarkan sudah lari duluan. Hal yang wajar
apabila timses lain yang tentu masih memiliki tugas sebelum timses
dibubarkan masih tetap membela Prabowo-Hatta. Seandainya Anda pun
menjadi timses tentu akan membela siapa yang mesti didukung sebelum
timses dibubarkan. Setelah itu (timses dibubarkan) barulah kita diluar
status timses. Hal mengenai menang dan kalah , jujur dan tidak jujur,
curang dan tidak curang, akan slalu ada dalam setiap perhelatan event
pemilihan baik tertutup maupun terbuka. Kebenaran dan pembenaran hukum
kita serahkan pada hukum yang berlaku di negeri ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar