Jangan
Percaya Lembaga Survai
Hasil survai atas pasangan calon gubernur oleh lembaga
survai itu bisa dilakukan oleh 10 orang operator tanpa jajak pendapat kepada
responden. Lembaga survai sebetulnya membohongi konsumen pemesan keingintahuan
elektabiltas. Mereka bisa mengatakan telah mewawancarai 1000 atau 5000
responden tapi tidak bisa menunjukan daftar nama responden di berbagai tempat
itu. Jadi pendek kata jangan percaya pada lembaga survai.
Lembaga survai sebetulnya hanya mengambil sampel. Mereka
akan mempertanggungjawabkan pada pemesan dengan sampel yang dipilih. Biasanya
lebih memberikan pelayanan agar pemesan survai merasa senang. Karena itu sampel
yang dipilih yang dapat memberikan kegembiraan pemesan.
Jika lembaga survai mengatakan 'margin of error hanya 4 % ,
misalnya, itu sebetulnya hanya pada satu sampel survai dan mereka bertangung
jawab atas survai itu dan biasanya akurat, tetapi wilyah hak pilih begitu luas,
sehingga perlu beberapa sampel diambil dan memakan waktu lama. Lembaga survai
maunya cepat memberikan layanan. Dan tentu saja mendapat untung besar.
Lembaga survai memiliki tenaga ahli survai sekaligus IT dan
juga tentu saja sekaligus ahli rekayasa pengujian sampel. Mereka adalah
orang-orang yang jeli dan memahami gejala perubahan publik. Namun demikian
survai adalah survai yang slalu memiliki margin of error. Tetapi kenapa banyak
yang memesan? Jawabnya adalah kebutuhan politik dan sebagai tolok ukur kerja
tim sukses masing-masing pasangan calon.
Lembaga survai kemudian mengadakan konferensi pers untuk
mengumumkan (mempromosikan) hasil survai. Dalam konteks pilkada bisanya
bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat hak pilih. Wartawan yang diundang
diharapkan dapat mempublikasikan hasil survai dan masyarakat dapat mengetahui
elektabilitas calon pujaannya.
Ada yang tidak dapat terditeksi oleh lembaga survai atas
nilai kesukaan seseorang pada sosok pilihannya (dalah hal ini calon gubernur,
misalnya), yaitu kepentingan pribadi dan kebutuhan perut. Seseorang akan
mengesampingkan penilaian visi-misi, atau program calon yang bagus, apabila
kepentingan pribadi atau kepentingan perut lebih dominan. (rg bagus warsono 12-11-16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar